Kamis, 01 Desember 2011

penampakan surga kurniandiko

penampakan surga kurniandiko
penampakan surga kurniandiko,
originally uploaded by kokok_news.

amalan sunan kalijaga dan raden kurniandiko

PENGOBATAN ALTERNATIF ALA SUNAN KALIJAGA

Pengobatan menggunakan kekuatan batin sudah demikian banyak dikenal di nusantara ini sejak lama. Berbagai teknik dan metode sudah dikenal di era kerajaan-kerajaan Sriwijaya, Maapahit, Mataram.
Era sekarang, kita mengenal juga banyak pengobatan alternatif modern, ditambah menggunakan ramuan herbal dan lain-lain. Ini jelas merupakan kekayaan budaya spiritual yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Teknik dan metodenya yang beragam membantu masyarakat untuk memilih pengobatan alternatif yang sesuai dengan keinginannya.
Salah satu metode pengobatan kuno dengan pengerahan daya batin adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga. Yaitu menyampaikan doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan keyakinan penuh bahwa doanya akan diijabahi oleh-Nya dengan diiringi sikap pasrah total dan ikhlas.
Doa yang diajarkan Sunan Kalijaga itu berbahasa Jawa. Doa yang disampaikan dengan bahasa Jawa, akan lebih meresap ke dalam hati sanubari masyarakat sehingga diharapkan sang pendoanya memahami makna dan tujuan doa tersebut.
Sebelum doa disampaikan, maka didahului oleh amalan PUASA MUTIH selama tiga atau tujuh hari. Puasa mutih yaitu puasa seperti biasa kita melaksanakan puasa Ramadhan. Namun pada saat berbuka, kita hanya memakan nasi dan air putih saja.
Tujuan puasa mutih ini adalah agar tubuh, pikiran, rasa pangrasa kita semakin manunggal untuk menggerakkan daya batin sehingga mampu untuk menggerakkan cinta kasih-Nya dan memberi ijabah pada doa yang akan disampaikan.
Setelah puasa mutih tiga atau tujuh hari dilaksanakan maka pemohon membaca doa sebagaimana berikut ini:
Ana kidung rumeksa ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
Luputa bilahi kabeh
Jim setan datan purun
Paneluh tan ana wani
Wiwah panggawe ala
Gunanung wong luput
Geni atemahan tirta
Maling adoh tan ana ngarah ing mami
Guna duduk pan sirna
Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami miruda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
Pangupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang seraga asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku
Baginda Esis Pangucapku
ya Musa Napasku
Nabi Isa linuwih
Nabi Yakub pamiyarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi Ibrahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusup rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging
Ngumar singgih
Balung baginda Ngusman
Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti Aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhammad
Pamuluku Rasul Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal
Inilah pengobatan alternatif untuk segala penyakit menggunakan teknik berpuasa dilanjutkan dengan berdoa. Pengobatan ala Sunan Kalijaga ini tidak bertentangan dengan akidah Tauhid bahkan bila diresapi dengan penghayatan yang mendalam, akan menambah iman kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kita yakin penyembuh semua penyakit adalah Dia sehingga kita sampaikan doa setulus-tulusnya padaNya agar mengijabahi permohonan kita

Rabu, 29 Juni 2011

Mengetahui Kehendak Allah

For the ways of the Lord are right, and the righteousness will walk in them but the transgressors will stumble in them.” – Hosea 14:9a
Seseorang pernah berkata kepada saya, “Kita ini selalu mengatakan mau mengetahui kehendak Allah tapi sebetulnya buat apa? Supaya kita tidak salah jalan dan rugi. Sebetulnya hanya untuk ketakutan kita, itulah motivasi kita.” Saya bisa aminkan hal ini. Pdt. Stephen Tong mengatakan dalam buku ini bahwa orang Kristen kalau mau mencari kehendak Tuhan umumnya tergolong pada dua hal: cari jodoh dan cari kerja. Jadi, kalau Anda mengharapkan ada petunjuk-petunjuk praktis dalam mencari jodoh atau kerja atau di mana tempat untuk buka toko, Anda akan sangat kecewa sehabis baca buku ini. Sebaliknya Anda akan sangat terberkati jika di dalam diri Anda sedalam-dalamnya, Anda ingin mencari tahu apa isi hati Allah, Anda ingin mencari apa kehendak Allah, entah itu “menguntungkan” diri Anda atau tidak.
Dalam prakata buku ini, Pak Tong mengutip Calvin, “Selain diri Allah sendiri, tidak ada yang lebih besar dari kehendak Allah.” Dan di dalam drama kosmis, terjadi konflik interest (keinginan) yang terus-menerus antara manusia sebagai makhluk yang punya kemampuan melawan Allah dengan Allah dan kehendak-Nya. Buku ini memberikan kita pengertian bagaimana kita dapat hidup harmonis dengan kehendak Allah yang kekal sehingga kita dapat dengan bijaksana menentukan langkah-langkah di dalam hidup kita.
Pak Tong pertama-tama bertanya apakah kehendak Allah bisa diketahui, melalui apa itu bisa diketahui, dan sampai sejauh mana. Berikutnya beliau menjelaskan kehendak Allah dari pelbagai aspek: alam semesta, bagaimana menjadi manusia sejati (posisi vertikal dan horisontal), dalam wahyu umum, kebudayaan manusia, penebusan Kristus, dan kaum pilihan. Kemudian, bagaimana mempunyai sukacita dan dukacita seturut kehendak Allah, dan terakhir barulah langkah-langkah praktis untuk mencari kehendak Allah, bagaimana menerapkan dan menggenapkan kehendak Allah.
Buku ini dibuka dengan kata-kata Rasul Paulus di Efesus, “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Allah.” Dan dijelaskan bagaimana orang-orang yang intelektualnya tinggi tetapi membuat pernyataan-pernyataan atau argumen-argumen yang bodoh, self-defeating factor, dan jika betul-betul menjalankan pemikiran-pemikiran yang jauh dari kehendak Allah, hidup manusia pasti menjadi kacau. Itu disebabkan oleh karena mereka tidak mengerti Roma 11:36, seperti yang dikatakan Pak Tong dalam buku ini, “Segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia. Di sini kita melihat bahwa Dia adalah sumber, sasaran dan penopang dari segala sesuatu. Kalau orang Kristen mau mengerti tentang kehendak Allah sampai tuntas dan melalui sifat transenden Allah melihat segala sesuatu, maka kita tidak akan merasa sebagai sesuatu yang terhilang di tengah-tengah alam semesta. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia.”
Beliau juga mengatakan mengapa di dalam dunia, kehendak Allah kelihatannya susah sekali terjadi padahal Roma 11:36 dengan gamblang mengatakannya, sehingga seharusnya tidak ada satu pun yang dapat menghalangi kehendak Allah. Demikianlah Pak Tong mengatakan, “Agustinus menemukan bagaimana cara mengetahui semua ini. Segala sesuatu yang dicipta oleh Tuhan menjalankan kehendak Tuhan, tapi justru manusialah yang sering tidak menjalankan kehendak Tuhan, karena itu manusia perlu bertobat. Allah tidak memanggil langit untuk bertobat. Sebab, manusialah satu-satunya makhluk yang diberi potensi untuk menjalankan kehendak Allah, justru melawan kehendak Allah.” Pak Tong menjelaskan, “Dalam satu bagian doa Bapa kami, Tuhan Yesus mengajarkan, ‘Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.’ Kalimat ini sangat penting. Kehendak Allah di dalam seluruh alam semesta dan di sorga tidak ada rintangan. Tetapi kehendak Allah di bumi seolah-olah sulit bisa dituntaskan dan karena itu tugas panggilan anak-anak Tuhan adalah menjalankan kehendak Allah, sebagaimana hamba-hamba Tuhan di sorga yang tidak merintangi kehendak Allah. Manusia terlalu biasa melawan kehendak Tuhan. Manusia begitu kecil, remeh, dan hina itu justru merupakan satu-satunya makhluk yang berani melawan Allah.”

Rabu, 18 Agustus 2010

Tips Sehat di Bulan Penuh Rahmat

Tips Sehat di Bulan Penuh Rahmat

Shalat Tarawih bisa menjadi ajang relaksasi
Oleh Dr Briliantono M Soenarwo SpOT PhD

Makanan yang masuk ke dalam perut kita, tidaklah masuk begitu saja, meskipun sudah dikunyah terlebih dahulu di mulut. Ia mengalami proses yang panjang, rumit, dan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Lambung kita memerlukan waktu sedikitnya enam jam untuk mencerna makanan sampai halus.

Setelah itu, makanan ini dikirim ke usus halus sedikit demi sedikit, sampai akhirnya lambung benar-benar kosong. Di dalam usus halus, makanan mengalami proses pencernaan lagi selama kurang lebih 4 jam sehingga makanan ini benar-benar bisa diserap oleh darah. Itu artinya, sejak masuk ke dalam mulut, sampai makanan itu diserap oleh darah, memerlukan waktu lebih kurang 10 jam.

Subhanallah, itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW selalu mengunyah sampai halus makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Hal itu bertujuan untuk meringankan kerja lambung dan organ-organ pencernaan lainnya.

Melihat kerja organ-organ pencernaan yang demikian, kita patut bersyukur, Allah SWT mewajibkan kita berpuasa sepanjang bulan Ramadhan. Dengan kewajiban itu, seakan-akan Allah "mewajibkan" kita tetap sehat. Sebab, selama kurang lebih 15 jam kita puasa, organ-organ pencernaan akan mendapat istirahat total, kurang lebih lima jam.

Puasa yang dilaksanakan secara benar, tidak hanya akan menyehatkan organ-organ pencernaan, tetapi juga sistem syaraf pusat, menormalisasi metabolisme tubuh, membuang racun dan zat-zat kimia yang bisa membahayakan tubuh, serta menghilangkan lemak yang tidak dibutuhkan.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah setiap mukmin hendaknya tetap menjaga dan mengendalikan nafsu makan saat berbuka dan sahur. Sebab, setelah 15 jam lambung tidak kemasukan makanan, lalu secara tiba-tiba dibebani tugas berat, akibatnya bisa bahaya.

Ketika waktu berbuka tiba, segeralah berbuka, terutama dengan yang manis-manis. Tapi, jangan berlebihan, yang penting sudah cukup menghilangkan haus agar saat shalat maghrib tidak kepayahan. Bila ingin makan berat, sebaiknya setelah tarawih. Itu pun tetap jangan berlebihan. Karena, setelah itu kita tidur dan beberapa jam kemudian makan sahur. Sebagai catatan, sahur, meskipun hanya dengan seteguk air, harus tetap dilaksanakan karena di dalamnya ada keberkahan. (HR Khuzaimah).

Bagi yang tidak mempunyai kebiasaan olahraga rutin dan teratur, sebaiknya jangan memaksakan diri berolahraga saat sedang berpuasa, kecuali sekadarnya. Olahraga yang baik adalah berjalan kaki, untuk membakar kalori. Tak perlu lama, cukup sampai berkeringat.

Tapi, sesungguhnya, shalat tarawih yang kita laksanakan bisa menjadi sarana relaksasi bagi tubuh dan tulang asalkan tidak tergesa-gesa dilaksanakan. Santai saja. Dengan demikian, tubuh bisa merasakan gerak yang ritmis dan tulang mengalami tekanan, kemampatan, dan peregangan yang bisa memperlancar sirkulasi darah.
Wallahu a'lam.

Senin, 22 Maret 2010